Melajah di Bali Barat

Hutan mangrove di Bali

Tulisan ini merupakan lanjutan seri Mencecap Perubahan Berkearifan di Bali dari lawatan tim BEKAL Pemimpin ke Bali awal Desember lalu untuk mendengar dan merasakan langsung cerita-cerita perjalanan sejumlah purwarupa.

Di pulau Dewata bagian barat, niatan perubahan juga kental terasa. Hal itu tersirat jelas dari raut wajah Khesyia Abigail Makhas (31), inisiator purwarupa Melajah Alam yang ditemui tim BEKAL Pemimpin di Kabupaten Jembrana, Bali. Berangkat dari kerinduannya atas kondisi alam, Khesyia memiliki keinginan untuk menghadirkan kembali pengelolaan sumber daya alam yang lestari. 

Untuk mengaktualisasikan purwarupa Melajah Alam, Khesyia bersama timnya mengajak tim BEKAL Pemimpin merasakan langsung ke sejumlah lokasi yang terlihat kerusakan alamnya di pesisir Jembrana. Khesyia menerangkan, kondisi itu terjadi didorong oleh salah satu faktor utama yakni minimnya kesadaran masyarakat yang peduli untuk melestarikan alam. Jika tidak segera mengambil tindakan, bukan tidak mungkin kondisi yang timbul kian genting.

“Kepedulian dan perhatian akan pelestarian lingkungan di kalangan masyarakat dan pemangku sistem di sini masih minim. Karena itu, bersama niatan Melajah Alam kami ingin menumbuhkan kembali rasa kepedulian tersebut salah satunya melalui penguatan kurikulum pembelajaran berbasis konservasi dan pelestarian alam,” ungkap Khesyia. Perempuan kelahiran Jakarta itu menambahkan, kegiatan konservasi yang dibangun nantinya akan berlandaskan tiga pilar yaitu perlindungan, pelestarian, serta pemanfaatan secara berkelanjutan dan berkearifan lokal oleh siswa dan masyarakat.

Abrasi di pesisir Jembrana, Bali
Kondisi abrasi di salah satu pesisir Jembrana, Bali.

Salah satu bukti dari pengelolaan yang berkelanjutan dan lestari yang diperlihatkan ialah TPS3R di Desa Pejarakan, Buleleng, Bali. Di desa yang menjadi salah satu desa penyangga kawasan Taman Nasional Bali Barat ini lahir pengelolaan sampah mandiri yang berkelanjutan. Dari tempat yang dikelola langsung oleh inisiatif warga setempat ini sampah konvensional dapat diubah menjadi produk organik seperti kompos untuk pertanian dan industri daur ulang untuk kerajinan.

Bentuk pengelolaan yang berkelanjutan lainnya ada di kawasan mangrove di Desa Perancak, Jembrana yang kini menjadi ekowisata. I Putu Madi pengelola ekowisata itu menceritakan bahwa dahulu tempat ini dahulunya merupakan area tambak-tambak warga yang selalu menjadi langganan banjir rob.

Karena kondisinya kian memprihatinkan dan terbengkalai akibat banjir, Mahdi akhirnya mulai inisiatif mengajak warga setempat untuk melakukan restorasi kawasan ini dengan menanam bibit-bibit mangrove. Dari mulanya hanya ratusan bibit, sekarang terdapat ribuan bahkan puluhan ribu mangrove tumbuh subur di tempat ini.

“Dari upaya hampir satu dekade ini, sekarang kami sangat merasakan manfaatnya dan lebih mandiri. Ekosistem baru yang berkelanjutan terbentuk, di mana mulai dari semua bagian dari mangrove hingga biota yang hidup di kawasan ini bermanfaat dalam bentuk produk-produk olahan dan mendatangkan nilai ekonomi,” tutur I Putu Madi.

Menurut Khesyia, merupakan bentuk dari kesadaran sejumlah pihak akan pentingnya kondisi alam. Sikap kepedulian itu perlu ditanamkan dan dibentuk kembali di dalam kebiasaan perilaku sehari-hari sehingga seluruh pelaku, terutama generasi muda memiliki kesadaran tentang mengenai pelestarian alam secara berkelanjutan. Langkah penting yang dapat dijalankan yaitu pembentukan karakter sejak dini pada generasi muda sebagai agen perubahan masa depan.

“Melalui pembelajaran yang berorientasi pada konservasi ini menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan kesadaran dan kepedulian terhadap alam alam. Lebih jauh lagi nantinya dari langkah ini juga bisa dijadikan rekomendasi kebijakan dan tindak lanjut bagi pemangku sistem dalam penguatan kurikulum pembelajaran berbasis konservasi,” pungkasnya.

Leave a Comment

Dapatkan kabar terbaru kami

BEKAL Pemimpin

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

IDEAS

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit

Co-CLASS

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit